Rabu, 09 Oktober 2013

SEJARAH KOPERASI DAN PERKEMBANGANNYA


Sejarah perkembangan koperasi di dunia.
Gerakan Koperasi Dunia dimulai pada pertengahan abad 18 dan awal abad 19 di Inggris. Lembaga itu disebut dengan“KOPERASI PRAINDUSTRI”. Dahulu Gerakan koperasi digagas oleh :
Robert Owen (1771–1858), yang menerapkannya pertama kali pada usaha pemintalan kapas di New Lanark, Skotlandia. Gerakan koperasi ini dikembangkan lebih lanjut oleh William King (1786–1865) dengan mendirikan toko koperasi di Brighton, Inggris. Pada 1 Mei 1828, King menerbitkan publikasi bulanan yang bernama The Cooperator, yang berisi berbagai gagasan dan saran-saran praktis tentang mengelola toko dengan menggunakan prinsip koperasi. Kemudian pada tahun 1844 di Rochdale Inggris, lahirnya koperasi modern yang berkembang dewasa ini. Hingga pada Th 1852 jumlah koperasi di Inggris sudah mencapai 100 unit. Pada tahun 1862 dibentuklah Pusat Koperasi Pembelian “The Cooperative Whole Sale Society (CWS). Tahun 1818 – 1888 koperasi berkembang di Jerman dipelopori oleh Ferdinan Lasalle, Fredrich W. Raiffesen. Tahun 1808 – 1883 koperasi berkembang di Denmark dipelopori oleh Herman Schulze. Tahun 1896 di London terbentuklah ICA (International Cooperative Alliance) maka koperasi telah menjadi suatu gerakan internasional.

Sejarah koperasi di Indonesia
Logo Gerakan Koperasi Indonesia (1960an-2012)
Sejarah singkat gerakan koperasi bermula pada abad ke-20 yang pada umumnya merupakan hasil dari usaha yang tidak spontan dan tidak dilakukan oleh orang-orang yang sangat kaya. Koperasi tumbuh dari kalangan rakyat, ketika penderitaan dalam lapangan ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh sistem kapitalisme semakin memuncak. Beberapa orang yang penghidupannya sederhana dengan kemampuan ekonomi terbatas, terdorong oleh penderitaan dan beban ekonomi yang sama, secara spontan mempersatukan diri untuk menolong dirinya sendiri dan manusia sesamanya.
Pada tahun 1896 seorang Pamong Praja Patih R.Aria Wiria Atmaja di Purwokerto mendirikan sebuah Bank untuk para pegawai negeri (priyayi). Ia terdorong oleh keinginannya untuk menolong para pegawai yang makin menderita karena terjerat oleh lintah darat yang memberikan pinjaman dengan bunga yang tinggi. Maksud Patih tersebut untuk mendirikan koperasi kredit model seperti di Jerman. Cita-cita semangat tersebut selanjutnya diteruskan oleh De Wolffvan Westerrode, seorang asisten residen Belanda. De Wolffvan Westerrode sewaktu cuti berhasil mengunjungi Jerman dan menganjurkan akan mengubah Bank Pertolongan Tabungan yang sudah ada menjadi Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian. Selain pegawai negeri juga para petani perlu dibantu karena mereka makin menderita karena tekanan para pengijon. Ia juga menganjurkan mengubah Bank tersebut menjadi koperasi. Di samping itu ia pun mendirikan lumbung-lumbung desa yang menganjurkan para petani menyimpan pada pada musimpanen dan memberikan pertolongan pinjaman padi pada musim paceklik. Ia pun berusaha menjadikan lumbung-lumbung itu menjadi Koperasi Kredit Padi. Tetapi Pemerintah Belanda pada waktu itu berpendirian lain. Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian dan Lumbung Desa tidak dijadikan Koperasi tetapi Pemerintah Belanda membentuk lumbung-lumbung desa baru, bank –bank Desa , rumah gadai dan Centrale Kas yang kemudian menjadi Bank Rakyat Indonesia (BRI). Semua itu adalah badan usaha Pemerntah dan dipimpin oleh orang-orang Pemerintah.
Pada zaman Belanda pembentuk koperasi belum dapat terlaksana karena:
1. Belum ada instansi pemerintah ataupun badan non pemerintah yang memberikan penerangan dan penyuluhan tentang koperasi.
2. Belum ada Undang-Undang yang mengatur kehidupan koperasi.
3. Pemerintah jajahan sendiri masih ragu-ragu menganjurkan koperasi karena pertimbangan politik, khawatir koperasi itu akan digunakan oleh kaum politik untuk tujuan yang membahayakan pemerintah jajahan itu.
Mengantisipasi perkembangan koperasi yang sudah mulai memasyarakat, Pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan peraturan perundangan tentang perkoperasian. Pertama, diterbitkan Peraturan Perkumpulan Koperasi No. 43, Tahun 1915, lalu pada tahun 1927 dikeluarkan pula Peraturan No. 91, Tahun 1927, yang mengatur Perkumpulan-Perkumpulan Koperasi bagi golongan Bumiputra. Pada tahun 1933, Pemerintah Hindia-Belanda menetapkan Peraturan Umum Perkumpulan-Perkumpulan Koperasi No. 21, Tahun 1933. Peraturan tahun 1933 itu, hanya diberlakukan bagi golongan yang tunduk kepada tatanan hukum Barat, sedangkan Peraturan tahun 1927, berlaku bagi golongan Bumiputra. Diskriminasi pun diberlakukan pada tataran kehidupan berkoperasi. Pada tahun 1908, Budi Utomo yang didirikan oleh Dr. Sutomo memberikan peranan bagi gerakan koperasi untuk memperbaiki kehidupan rakyat. Pada tahun 1915 dibuat peraturan Verordening op de Cooperatieve Vereeniging, dan pada tahun 1927 Regeling Inlandschhe Cooperatieve. Pada tahun 1927 dibentuk Serikat Dagang Islam, yang bertujuan untuk memperjuangkan kedudukan ekonomi pengusah-pengusaha pribumi. Kemudian pada tahun 1929, berdiri Partai Nasional Indonesia yang memperjuangkan penyebarluasan semangat koperasi. Namun, pada tahun 1933 keluar UU yang mirip UU no. 431 sehingga mematikan usaha koperasi untuk yang kedua kalinya. Pada tahun 1942 Jepang menduduki Indonesia. Jepang lalu mendirikan koperasi kumiyai. Awalnya koperasi ini berjalan mulus. Namun fungsinya berubah drastis dan menjadi alat Jepang untuk mengeruk keuntungan, dan menyengsarakan rakyat Indonesia.  Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 12 Juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Hari ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia. Sekaligus membentuk Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI) yang berkedudukan di Tasikmalaya (Bandung sebagai ibukota provinsi sedang diduduki oleh tentara Belanda).

Kondisi Koperasi di Indonesia Setelah Merdeka

Keinginan dan semangat untuk berkoperasi yang hancur akibat politik pada masa kolonial belanda dan dilanjutkan oleh sistem kumini pada zaman penjajahan Jepang, lambat laun setelah Indonesia merdeka kembali menghangat. Apalagi dengan adanya Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945, pada pasal 33 yang menetapkan koperasi sebagai soko guru perekonomian Indonesia, maka kedudukan hukum koperasi di Indonesia benar-benar menjadi lebih mantap. Dan sejak saat itu Moh.Hatta sebagai wakil presiden Republik Indonesia lebih intensif mempertebal kesadaran untuk berkoperasi bagi bangsa Indonesia, serta memberikan banyak bimbingan dan motivasi kepada gerakan koperasi agar meningkatkan cara usaha dan cara kerja, atas jasa-jasa beliau lah maka Moh.Hatta diangkat sebagai Bapak Koperasi Indonesia.
Beberapa kejadian penting yang mempengaruhi perkembangan koperasi di Indonesia :
www.gunadarma.ac.id
1.      Pada tanggal 12 Juli 1947, dibentuk SOKRI (Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia) dalam Kongres Koperasi Indonesia I di Tasikmalaya, sekaligus ditetapkannya sebagai Hari Koperasi Indonesia.

2.      Pada tahun 1960 dengan Inpres no.2, koperasi ditugaskan sebagai badan penggerak yang menyalurkan bahan pokok bagi rakyat. Dengan inpres no.3, pendidikan koperasi di Indonesia ditingkatkan baik secara resmi di sekolah-sekolah, maupun dengan cara informal melalui siaran media masa,dll yang dapat memberikan informasi serta menumbuhkan semangat berkoperasi bagi rakyat.

3.      Lalu pada tahun 1961, dibentuk Kesatuan Organisasi Koperasi Seluruh Indonesia (KOKSI).

4.      Pada tanggal 2-10 Agustus 1965, diadakan (Musyawarah Nasional Koperasi) MUNASKOP II yang mengesahkan Undang-Undang koperasi no.14 tahun 1965 di Jakarta.

Koperasi di Indonesia pada Zaman Orde Baru Hingga Sekarang

Tampilan orde baru dalam memimpin negeri ini membuka peluang dan cakrawala baru bagi pertumbuhan dan perkembangan perkoperasian di Indonesia, dibawah kepemimpinan Jenderal Soeharto. Ketetapan MPRS no.XXIII membebaskan gerakan koperasi dalam berkiprah.
Berikut beberapa kejadian perkembangan koperasi di Indonesia pada zaman orde baru hingga sekarang :
1.      Pada tanggal 18 Desember 1967, Presiden Soeharto mensahkan Undang-Undang koperasi no.12 tahun 1967 sebagai pengganti Undang-Undang no.14 tahun 1965.

2.      Pada tahun 1969, disahkan Badan Hukum terhadap badan kesatuan Gerakan Koperasi Indonesia (GERKOPIN).

3.      Lalu pada tanggal 9 Februari 1970, dibubarkannya GERKOPIN dan sebagai penggantinya dibentuk Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN).

4.      Dan pada tanggal 21 Oktober 1992, disahkan Undang-Undang no.25 tahun 1992 tentang perkoperasian, undang-undang ini merupakan landasan yang kokoh bagi koperasi Indonesia di masa yang akan datang. 

5.    Masuk tahun 2000an hingga sekarang perkembangan koperasi di Indonesia cenderung jalan di tempat.

Potret Koperasi di Indonesia

Sampai dengan bulan November 2001, jumlah koperasi di seluruh Indonesia tercatat sebanyak 103.000 unit lebih, dengan jumlah keanggotaan ada sebanyak 26.000.000 orang. Jumlah itu jika dibanding dengan jumlah koperasi per-Desember 1998 mengalami peningkatan sebanyak dua kali lipat. Jumlah koperasi aktif, juga mengalami perkembangan yang cukup menggembirakan. Jumlah koperasi aktif per-November 2001, sebanyak 96.180 unit (88,14 persen). Corak koperasi Indonesia adalah koperasi dengan skala sangat kecil. Satu catatan yang perlu di ingat reformasi yang ditandai dengan pencabutan Inpres 4/1984 tentang KUD telah melahirkan gairah masyarakat untuk mengorganisasi kegiatan ekonomi yang melalui koperasi.
Secara historis pengembangan koperasi di Indonesia yang telah digerakan melalui dukungan kuat program  pemerintah yang telah dijalankan dalam waktu lama, dan tidak mudah ke luar dari kungkungan pengalaman ter­sebut. Jika semula ketergantungan terhadap captive market program menjadi sumber pertumbuhan, maka pergeseran ke arah peran swasta  menjadi tantangan baru bagi lahirnya pesaing-pesaing usaha  terutama KUD. Meskipun KUD harus berjuang untuk menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi, namun sumbangan terbesar KUD adalah keberhasilan peningkatan produksi pertanian terutama pangan (Anne Both, 1990), disamping sumbangan dalam melahirkan kader wirausaha karena telah menikmati latihan dengan mengurus dan mengelola KUD (Revolusi penggilingan kecil dan wirausahawan pribumi di desa).
Jika melihat posisi koperasi pada hari ini sebenarnya masih cukup besar harapan kita kepada koperasi. Memasuki tahun 2000 posisi koperasi Indonesia pada dasarnya justru didominasi oleh koperasi kredit yang menguasai antara 55-60 persen dari keseluruhan aset koperasi. Sementara itu dilihat dari populasi koperasi yang terkait dengan program pemerintah hanya sekitar 25% dari populasi koperasi atau sekitar 35% dari populasi koperasi aktif. Pada akhir-akhir ini posisi koperasi dalam pasar perkreditan mikro menempati tempat kedua setelah BRI-unit desa sebesar 46% dari KSP/USP dengan pangsa sekitar 31%. Dengan demikian walaupun program pemerintah cukup gencar dan menimbulkan distorsi pada pertumbuhan kemandirian koperasi, tetapi hanya menyentuh sebagian dari populasi koperasi yang ada. Sehingga pada dasarnya masih besar elemen untuk tumbuhnya kemandirian koperasi.
Mengenai jumlah koperasi yang meningkat dua kali lipat dalam waktu 3 tahun 1998 –2001, pada dasarnya tumbuh sebagai tanggapan  terhadap dibukanya secara luas pendirian koperasi dengan pencabutan Inpres 4/1984 dan lahirnya Inpres 18/1998. Sehingga orang bebas mendirikan koperasi pada basis pengembangan dan pada saat ini sudah lebih dari 35 basis pengorganisasian koperasi. Kesulitannya pengorganisasian koperasi tidak lagi taat pada penjenisan koperasi sesuai prinsip dasar pendirian koperasi atau insentif terhadap koperasi. Keadaan ini menimbulkan kesulitan pada pengembangan aliansi bisnis maupun pengembangan usaha koperasi kearah penyatuan vertical maupun horizontal. Oleh karena itu jenjang pengorganisasian yang lebih tinggi harus mendorong kembalinya pola spesialisasi koperasi. Di dunia masih tetap mendasarkan tiga varian jenis koperasi yaitu konsumen, produsen dan kredit serta akhir-akhir ini berkembang jasa lainnya.
Struktur organisasi koperasi Indonesia mirip organisasi pemerintah/lembaga kemasyarakatan yang terstruktur dari primer sampai tingkat nasional. Hal ini  telah menunjukkan kurang efektif nya peran organisasi sekunder dalam membantu koperasi primer. Tidak jarang menjadi instrumen eksploitasi sumberdaya dari daerah pengumpulan. Fenomena ini dimasa datang harus diubah karena adanya perubahan orientasi bisnis yang berkembang dengan globalisasi. Untuk mengubah arah ini hanya mampu dilakukan bila penataan mulai diletakkan pada daerah otonom.

Kondisi Koperasi di Indonesia Tahun 2011


Seperti yang dikatakan Menteri Negara Koperasi dan UKM, Syarif Hasan, pada hari Selasa (12/7) yang saya dapatkan infonya dari nasional.contan.co.id bahwa jumlah koperasi di Indonesia meningkat 5,31% dibanding tahun lalu. Data Kementerian Koperasi dan UKM menyebutkan sampai Juni 2011 total koperasi di Indonesia mencapai 186.907 unit. “Kita melihat perkembangan kinerja koperasi selama setahun ini cukup mengembirakan,” terang Menteri Negara Koperasi dan UKM tersebut. Dari 186.907 unit koperasi itu, memiliki 30.472 anggota dengan volume usaha sebesar Rp 97.276 triliun serta modal sendiri mencapai Rp 30,10 triliun. Dibandingkan dengan Desember 2008 angka pertumbuhan koperasi mencapai 20,6%. Kementerian Negara Koperasi dan UKM berharap, pertumbuhan koperasi yang tinggi akan berkontribusi terhadap perekonomian negara. Terutama dalam dalam penyerapan tenaga kerja dan pembayaran retribusi termasuk pajak unit-unit usaha koperasi. Pertumbuhan jumlah koperasi ini seiring dengan realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari 19 bank yang per 30 Juni 2011 ini juga mengalami peningkatan. Sejak diluncurkan 2007 lalu sampai 30 Juni 2011 realisasi penyaluran KUR sudah mencapai Rp 49,9 triliun untuk 4,804.100 debitur. Adapun target penyaluran KUR tahun 2011 sebesar Rp 20 triliun kepada 991,542 debitur.


www.google.co.id
www.wikipedia.com
www.gunadarma.ac.id
http://veneziaamanda.blogspot.com/2012/11/perkembangan-koperasi-di-indonesia.html

Rabu, 29 Mei 2013

Macam-macam verb dan contoh kata






50 kata idioms beserta artinya


 50 kata idioms beserta artinya :

1.      As easy as pie
Arti: sangat mudah

2.      At the eleventh hour
Arti: Pada detik-detik terakhir; hampir terlambat

3.      Be all ears
Arti: Penasaran ingin mendengar apa yang telah dikatakan orang

4.      Be on the road
Arti: Sedang bepergian

5.      Beat around the bush
Arti: Menghindari sebuah isu; tidak suka ditanya-tanya

6.      Break a leg!
Arti: semoga berhasil! (Good luck!)

7.      Burn the midnight oil
Arti: Belajar/bekerja sepanjang malam sampai subuh

8.      Can’t make heads or tails of something
Arti: Tidak dapat mengerti sesuatu sama sekali, menganggap sesuatu membingungkan dan tidak logis

9.      An eager beaver
Arti: Orang yang selalu mau jadi relawan atau melakukan pekerjaan tambahan

10.  Get a kick out of something
Arti: Merasa lucu dengan sesuatu

11.  Give someone a hand
Arti: Membantu seseorang

12.  Hit the books
Arti: Belajar

13.  Keep one’s chin up
Arti: Tetap berani dan percaya diri dalam situasi yang sulit; jangan putus asa atau khawatir terlalu banyak.

14.  Low blow
Arti: Kecewa berat

15.  Make a mountain out of a molehill
Arti: Melebih-lebihkan sebuah masalah

16.  Not on your life!
Arti: Sama sekali tidak!

17.  Over my head
Arti: Terlalu sulit atau rumit untuk dimengerti

18.   Pay the piper
Arti: Tanggung akibat dari perbuatan sendiri

19.  Rain or shine
Arti: Sebuah kegiatan yang sudah direncanakan tetap akan dilaksanakan sekalipun hujan atau panas.

20.  Kind of : somewhat
Artinya : Agak, mirip

21.  Behind time : late
Artinya : Terlambat

22.  In vain : useless, not successful
Artinya : Gagal, tidak sukses

23.  Sounds fine : to appear good
Artinya : Baik-baik saja

24.  At top speed : very fast
Artinya : Sangat cepat

25.  It goes without saying : It is natural
Artinya : Memang sudah seharusnya/sudah tentu

26.   Get out of : to leave behind
Artinya : Meninggalkan sesuatu

27.  Or so : About
Artinya : Kira-kira

28.   A good idea : A good plan
Artinya : Ide yang bagus

29.  Good samaritan
Arti: orang yang murah hati, dermawan

30.  A walk in the park
Arti: Pekerjaan yang sangat mudah (seperti berjalan-jalan di taman).

31.  A dime a dozen
Arti: Sesuatu yang biasa/umum dan mudah didapat.
Contoh: “People with your skills are a dime a dozen these days.

32.  A piece of cake/easy as pie
Arti: Pekerjaan yang sangat mudah, pie adalah istilah slang Amerika untuk “gampang”.

33.  A taste of your own medicine
Arti: Diucapkan ketika seseorang mendapat perlakuan sama seperti bagaimana ia biasa memperlakukan orang lain.

34.  Achilles’ heel
Arti: Titik lemah seseorang (Achilles adalah tokoh legenda Yunani yang kebal senjata kecuali di bagian lututnya).

35.  Apple of my eye
Arti: Seseorang yang disayangi/dihargai melebihi orang lain.

36.  Back To Square One
Arti: Harus mengulangi segalanya dari awal (mulai dari nol).

37.  Bark up the wrong tree
Arti: Marah/mengomel/memberi saran/berbicara/meminta kepada orang yang salah.

38.  Bed of Roses
Arti: Sesuatu yang mewah dan menyenangkan.

39.  Greek gift
Arti: Hadiah yang merugikan si penerima.

40.  Better safe than sorry
Arti: Lebih baik bersiap-siap daripada menyesal (sedia payung sebelum hujan).

41.  Blessing in disguise
Arti: Berkah yang tidak disadari sebelumnya (semua hal ada hikmahnya).

42.  Blue moon
Arti: Hal yang jarang terjadi (kejadian langka).

43.  Fish story
Arti: Cerita bohong

44.  Breaking the ice
Arti: memecah ketegangan.

45.  Call it a day
Arti: Break atau istirahat dari suatu pekerjaan (sampai hari ini berakhir).

46.  Can of Worms
Arti: Tindakan yang akan mengakibatkan masalah.

47.  Cat got your tongue?
Arti: Terdiam ketika seharusnya mengatakan sesuatu.

48.  Close call
Arti: Kejadiaan yang sangat dekat dengan bahaya.

49.  Come clean
Arti: Berterus terang, membuka kebohongan/rahasia, mengaku.

50.  Come what may
Arti: Apapun yang terjadi, terjadilah.

daftar pustaka : www.google.co.id

BIOGRAFI SECONDHAND SERENADE


BIOGRAFI SECONDHAND SERENADE

Secondhand Serenade adalah sebuah band rock akustik, yang dipimpin oleh vokalis dan gitaris John Vesely. Vesely telah merilis tiga album studio sampai saat ini di bawah nama Secondhand Serenade: Awake pada tahun 2007, A Twist on My Story pada tahun 2008 dan Hear Me Now pada tahun 2010. Album pertama menggunakan rekaman multitrack untuk membuat teknologi suara, sementara album kedua mengambil jalan yang berbeda, dengan menggunakan sebuah band yang tepat dan synthesizer untuk membentuk suara lebih sempurna.
Awal sejarah
John Vesely membentuk Secondhand Serenade di kota tempat ia tinggal, Menlo Park di California, Amerika Serikat, pada tahun 2004. Vesely dibesarkan di San Francisco Bay Area di keluarga musik dan sebagai anak dari seorang ayah musisi jazz profesional, berkomentar bahwa "masuk ke musik adalah hal yang alami" baginya. Dia menghabiskan 8 tahun bermain bass di band-band lokal, menampilkan sejumlah tindakan mulai dalam gaya dari ska dan hardcore untuk rock dan pop. Salah satu band yang dimainkan dalam, Sound Like Life, termasuk sesama artis Bay Area, Ronnie Day. Setelah bertahun-tahun bermain bass, ia memilih untuk gitar akustik. Vesely mengikuti Ondrasik's Five for Fighting. Vesely juga anak seorang imigran Ceko.
Vesely mulai menulis lagu sendiri ketika ia bertemu istrinya Candice Vesely. Dia ingin dia memutar lagu dan "bernyanyi dengan sebuah gitar bass yang sudah keluar dari pertanyaan." Dia telah mengakui ia menemukan "panggilan sejati" ketika ia mengambil gitar. Nama samaran Secondhand Serenade adalah referensi dengan cara di mana lagu-lagunya adalah 'serenades' menyanyikan istrinya Candice, dengan siapa ia memiliki dua anak muda. Orang-orang di seluruh dunia hanya mendapatkan mendengar lagu 'tangan kedua'. "Sementara Vesely terus melanjutkan ke pasar biografi kasih sayang, pasangan ini cerai pada tahun 2008. Vesely patah hati seperti dapat dilihat dalam banyak lagu nya. Dia meluncurkan "A Twist In My Story" sebagai acuan untuk perceraian.
Pada tahun 2005, Vesely merilis album debutnya berjudul Awake. Hal ini dicatat sebagai demo, setelah pemesanan beberapa hari di sebuah studio Ontario sebelumnya pada tahun 2005, "dengan hanya menggunakan sebuah gitar akustik dan vokal multi-tracked. " Album ini dipromosikan melalui halaman Secondhand Serenade Myspace dan dengan bermain di pertunjukkan lokal. CD awalnya dijual melalui mail order dengan account PayPal oleh Vesely, akhirnya dia mendaftar dengan distributor TuneCore , membuat lagu Secondhand Serenade yang tersedia di portal musik termasuk iTunes. Album ini mengalami dukungan online yang luar biasa, dan pada akhir tahun 2006 Secondhand Serenade telah menerima jutaan permintaan konser di Myspace dan telah menjadi the social-networking site's No. 1 Independent Artist for months. Secara finansial, ia dikatakan memdapat sampai $ 20.000 per bulan dari download dan penjualan barang dagangan diluar dari rumahnya.  He sold over 15,000 copies of the album on his own, Ia menjual lebih dari 15.000 eksemplar album sendiri, dan kekuatan dari penjualan dan dukungan,secara alami, label datang memanggil. Secondhand Serenade menanda tangani kontrak eksekutif label lama Daniel Glass, pada label barunya Glassnote Records, yang disalurkan melalui Warner's Independent Label Group. Pada tahun 2006, Rolling Stone mengumumkan Secondhand Serenade sebagai # 3 di polling pembaca majalah untuk Artis Terbaik Myspace. In 2006, Rolling Stone announced Secondhand Serenade as #3 in the magazine's reader's poll for Best Myspace Artist.
A Twist in My Story (2008-2009)
A Twist in My Story dirilis pada tanggal 19 Februari 2008 dan lagu fitur dari Awake seperti "Maybe" dan "Your Call" namun di produksi ulang dengan band. Sebagian besar album adalah lagu baru yang ditulis oleh John Vesely dan dicatat dengan band. Dua trek pada A Twist in My Story diproduksi oleh produsen terkenal Butch Walker, sementara yang lain diproduksi oleh mantan anggota Nine Inch Nails Danny Lohner. Single pertama, "Fall for You,"dirilis 21 Januari 2008. Album ini bocor, dan dibuat tersedia untuk di-download satu bulan sebelum rilis resmi. Pada tanggal 28 Januari 2008, video musik untuk single pertama dari album "Fall for You" perdana di acara MTV TRL. Untuk mendukung rilis, Secondhand Serenade menghabiskan sebagian besar bulan Maret dan April untuk tur dengan band-band Amerika Making April, Automatic Loveletter, dan Tie The Affair Putih. Anggota tur band termasuk Steve Shebby pada gitar bass, Lukas Vesely (kakak Vesely) pada key / vox, Ryan Cook (mantan bassis White Tie Affair) pada lead guitar / vox, dan Tom Breyfogle pada drum.
Judul A Twist di My Story adalah referensi ke 2008 Vesely perceraian dengan istri mantan Candice, dengan siapa yang membuatnya memiliki dua anak. Pada bulan November 2008, single pertama album "Fall for You", telah disertifikasi Platinum oleh RIAA. Pada 5 Desember 2008 "Fall For You" masih # 13 dan di Amerika Top 40 lagu dalam negeri. Video "Your Call" tampil perdana pada FNMTV pada tanggal 5. Hal ini dapat dilihat di website FNMTV.
Dia merilis sebuah video untuk lagu "Maybe" pada halaman Myspace-nya pada tanggal 4 Mei 2009. Video ini menceritakan tentang konser dan perjalanan di seluruh dunia dan di rekam dan diarahkan oleh manajer tur Preston Jones dan drummer-nya Tom Breyfogle. A Twist in My Story (Deluxe Edition) dirilis pada tanggal 3 Februari 2009. Album ini berisi 5 bonus lagu termasuk "Your Call" (Radio Version), "Fall for You" (Acoustic Version), "Like A Knife" (Acoustic Version), single "Last Time", dan penutup Coldplay "Fix You"

Hear Me Now (2010-sekarang)
Album studio ketiga Secondhand Serenade yang berjudul Hear Me Now, yang dirilis pada tanggal 3 Agustus 2010. daftar lagu album tersebut juga telah diumumkan. Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Vesely menyatakan bahwa rekor baru akan lebih bersemangat dari album terakhirnya, yang berfokus pada hubungan.
Secondhand Serenade - singer/songwriter John Vesely - returns with his third album, Hear Me Now, out August 3rd on ILG/Glassnote Records. Eight of the eleven songs on the album were produced by Aaron Johnson (The Fray) at Swing House studios in Los Angeles. The other three, including the first single, "Something More", were produced by John Vesely himself along with Secondhand drummer Tom Breyfogle at Vesely's home studio and mixed by Mark Endert (Train, Maroon 5). "Something More" will debut at 7:40AM on May 17th on Kid Kraddick's nationally syndicated radio show and will be available at iTunes on June 1st
Pada tanggal 1 Juni, "Something More" dirilis ke iTunes sebagai deluxe single dengan bonus lagu "You Are A Drug", sebuah video menunjukkan pembuatan "Something More", dan digital booklet untuk single baru. Pada tanggal 21 Juli saat tur di Dallas, Vesely mengumumkan bahwa sebuah paket lagu yang dapat didownload untuk Rock Band akan tersedia segera, yang menampilkan beberapa hits Secondhand Serenade termasuk "Fal For You". Pada tanggal 27 Juli Vesely menambahkan sebelas trek dari album baru nya Myspace dan membuat lagu itu tersedia untuk streaming bagi penggemar. Banyak dari lagu-lagu ini juga bocor ke situs seperti Youtube. Vesely berencana untuk merilis sebuah EP mengikuti tur saat ini menampilkan semua lagu akustik baru. Pada tanggal 23 November 2010, Vesely merilis download online gratis untuk demo lagu baru dari EP baru berjudul "Let Me In." Single berikutnya dari album baru adalah versi baru dari "You & I" menampilkan Cady Groves.

Daftar Pustaka : www.google.co.id

Pengalaman Menyeramkan


Kisah yang paling menyeramkan dalam hidup saya pada saat saya sedang bermain dirumah saudara saya , ketika sore itu tiba-tiba ada ondel-ondel bertopeng menyeramkan yang datang ketika itu saya sedang bermain di luar rumah sekatika saya lari kedalam rumah dan terjatuh hingga lutut saya berdarah saya lari kedalam rumah hingga rumah dan mengumpat dibawah kasur.

Dan pernah suatu ketika saya dirumah sendiri, lalu ada suara aneh. Lalu saya tengok keluar ternyata ondel-ondel manusia dengan muka menyeramkan. Seketika saya duduk mojok ke sudut ruangan dengan muka pucat. Saya langsung bergegas mandi dan siap-siap ke rumah nenek saya. Setelah kejadian itu saya takut dirumah sendirian.